Cari Blog Ini

Memuat...

Entri Populer

Daftar Blog Saya

Entri Populer

Total Tayangan Laman

Selasa, 15 Desember 2009

Kesuburan Tanah


Cara Efektif Menguji Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah merupakan faktor vital yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun demikian, saat ini petani belum memiliki pedoman khusus untuk mengetahui apakah suatu tanah masih subur atau tidak. Untuk itu dengan beberapa pengujian yang dapat dilakukan pada uraian ini setidaknya dapat menjadi sebuah pedoman sementara untuk mengindikasikan tingkat kesuburan suatu lahan sebelum alat test kesuburan tanah tersebut dapat diadopsi.
Tanah merupakan elemen dasar yang tidak terpisahkan dalam dunia pertanian. Tanpa adanya tanah mustahil kita bisa menanam padi, palawija, sayuran, buah-buahan maupun kehutanan meskipun saat ini telah banyak dikembangkan sistim bercocok tanam tanpa tanah, misalnya Hidroponik, Airoponik dan lain-lain, tetapi apabila usaha budidaya tanaman dalam skala luas masih lebih ekonomis dan efisien menggunakan media tanah. Mengingat pentingnya peranan tanah dalam usahatani, maka pengelolaan tanah untuk usahatani haruslah dilakukan sebaik mungkin guna menjaga kesuburan tanahnya. Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman bisa optimal tentulah harus memiliki kandungan unsur hara yang cukup,mengandung banyak bahan organik yang menguntungkan.

Tanah yang semula subur dapat berkurang kualitasnya oleh beberapa faktor. Salah satu diantaranya adalah dengan seringnya tanah tersebut dimanfaatkan tanpa mengalami proses istirahat. Dengan seringnya kita memanfaatkan tanah, maka unsur hara yang terkandung didalamnya pun sedikit demi sedikit akan berkurang.
Tanah yang subur dan mudah di olah sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Hilang atau berkurangnya kandungan unsur dalam tanah yang disebabkan penanaman yang terus menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi miskin. Bila hal itu kita biarkan maka tanaman yang kita budidayakan di tanah tersebut tidak akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Akhirnya pendapatan yang kita terima pun menjadi berkurang. Meskipun kesuburan tanah bukan satu-satunya hal yang mutlak harus dipenuhi, namun tanah yang subur merupakan elemen penting yang turut menunjang keberhasilan dalam usahatani. Dengan pertimbangan seperti itulah pengujian atau evaluasi kesuburan tanah tempat kita menanam mutlak dilakukan. Hal ini bukan saja untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah kita namun juga sebagai acuan/patokan akan dosis pupuk yang harus diberikan agar optimal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesuburan suatu tanah diantaranya : (1) melihat citra tanaman di lapangan , (2) uji tanaman, (3) uji biologi dan (4) uji tanah.Grafik pengaruh dosis pupuk Kalium terhadap produksi jagung pada tanah yang memiliki kadar K rendah dan sedang



Citra Tanaman di Lapang
Penilaian kesuburan tanah berdasarkan citra tanaman di lapang dapat dilakukan dengan melihat langsung (visual) dari penampakan pertumbuhan tanaman yang abnormal di lapangan. Kelainan pertumbuhan ini dapat disebabkan oleh karena kekurangan beberapa unsur hara, dapat juga disebabkan oleh kelebihan unsur hara (keracunan) dalam tanah. Penggunan alat penolong berupa gambar (foto) berwarna akan sangat membantu untuk pengenalan tanaman sehat atau tanaman tersebut terhadap tanaman pengganggu kahat suatu unsur hara. Gejala kahat unsur hara dapat berupa : a) terhambatnya pertumbuhan tanaman, b)kelainan dalam warna daun tanaman, kahat N ; daun kuning membentuk huruf V, kahat phospat ditandai dengan daun kuning keputihan, kahat Fe tepi daun berwarna ungu kemerahan, c) nekrosis (matinya jaringan) misalnya keringnya pinggiran daun pada tanaman kedelai akibat kekurangan kalium dan yang terakhir d) bentuk yang abnormal dari bagian-bagian tanaman.

Uji tanaman
Uji tanaman ini didasarkan pada anggapan/asumsi bahwa unsur hara di dalam tanaman berhubungan dengan unsur hara di dalam tanah. Dari hasil uji tanamandidapat kadar dari unsur hara dalam tanah, dimana hal ini dapat digunakan sebagai dasar atau patokan untuk menilai kesuburan tanah. Kadar tersebut kemungkinan berada pada suatu titik yang kritis, dimana telah diperlukan pemupukan. Misalnya kadar phospor sekitar 0.3 % dalam daun jagung yang berada di bawah tongkol terbawah adalah berada pada titik kritis.

Uji biologi
Uji biologi terhadap kesuburan tanah dapat dilakukan sebagai berikut : 1) percobaan di lapangan, 2) percobaan Green house dan 3) percobaan mikrobiologi. Percobaan lapangan merupakan percobaan yang dilakukan dengan sejumlah perlakuan pemupukan dengan beberapa ualangan serta menggunakan tanaman indikator. Percobaan green house yaitu percobaan pengujian tanah dengan menggunakan sejumlah tertentu tanah dalam pot dengan menggunakan tanaman tertentu sebagai indikator. Sedangkan percobaan mikrobiologi didasarkan atas asumsi bahwa adanya beberapa jenis mikroorganisme tanah mempunyai kelakuan hampir sama dengan tumbuhan tingkat tinggi, selanjutnya mikroorganisme tersebut sensitif terhadap kekurangan unsur hara. Sebagai contoh Azotobacter dimana tumbuha ini akan terhambat pertumbuhan maupun perkem-bangannya bila dalam keadaan tanah kekurangan unsur Kalium, Phospor dan Kalsium.

Salah satu cara pengujian tanah adalah dengan melihat gejala kerusakan yang terjadi pada tanah. Berikut adalah photo gejala kerusakan pada tanaman yang terkait dengan unsur hara searah jarum jam. (1)Gejala kekurangan N pada tanaman kacang, (2) Gejala kekurangan P pada tanaman kentang, (3) dan (4) gejala kelebihan unsur N pada sorgum,(5)Kekurangan Potasium (K) pada tanaman jagung


Uji Tanah
Uji tanah adalah berdasarkan konsep bahwa tanaman akan memberikan respon/ reaksi terhadap pemebrian pemupukan dimana bila kadar hara tersebut kurang atau jumlah yang tersedia tidak cukup untuk pertumbuhan tanaman yang normal. Sebagai contoh adalah jumlah Kalium yang dapat dipertukarkan merupakan indikasi dari Kalium tersedia untuk tanaman. Semakin tinggi jumlah dari kalium yang dapat dipertukarkan dalam tanah, semakin berkurang respon tanaman tersebut terhadap pemupukan Kalium. Keadaan ini dapat digambarkan dalam gambar sebagai berikut:
Saat ini ada dua jenis uji tanah yang sering dikembangkan sehubungan dengan status unsur hara dalam tanah yaitu : (1) Uji total, adalah mengetahui total unsur yang terdapat dalam tanah dengan tidak memandang bentuk dan tingkat ketersediaan sesuatu unsur hara untuk tanaman (2) Uji partial adalah memberikan keterangan mengenai tingkat ketersediaan sesuatu unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.
Dalam uji tanah ini sangat diperlukan seseorang yang benar-benar ahli dan berpengalaman serta terlatih secara tehnis dan sepenuhnya mengerti prinsip-prinsipilmiah yang mendasari prosedur lapangan umum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar